TAMBAHAN, BANGLI – Pelaksanaan Pujawali di Pura Penataran Batu Madeg Guwa Merku I Dewa Tambahan Tamanbali Tirta Harum berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana religius. Pelaksanaan upacara tersebut menjadi momentum bagi seluruh pasemetonan untuk meningkatkan sradha dan bhakti ke hadapan Leluhur lan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sekaligus memohon wara nugraha, kerahayuan, keselamatan, dan kesejahteraan bagi seluruh semeton.
Rangkaian pujawali dipersiapkan dan dilaksanakan secara bersama-sama oleh pasemetonan. Semangat ngayah, gotong royong, dan kebersamaan terlihat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari persiapan sarana upacara hingga pelaksanaan persembahyangan.Pada puncak pujawali Anggar Kasih Prangbakat 2026, seluruh semeton mengikuti rangkaian persembahyangan dengan penuh khusyuk. Berbagai bentuk bhakti dihaturkan sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada Leluhur lan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang disungsung oleh pasemetonan.
Melalui persembahyangan tersebut, seluruh semeton memanjatkan doa agar senantiasa dianugerahi kerahayuan, keselamatan, kesehatan, kedamaian, keharmonisan, dan kesejahteraan, serta diberikan tuntunan dalam menjalani kehidupan.
Menjaga Warisan dan Nilai Leluhur
Keberadaan Pura Penataran Batu Madeg Guwa Merku I Dewa Tambahan Tamanbali Tirta Harum tidak hanya memiliki makna sebagai tempat suci, tetapi juga menyimpan nilai sejarah dan spiritual yang erat kaitannya dengan perjalanan leluhur serta keberadaan pasemetonan.
Hal tersebut tercermin dari prasasti yang terdapat di Pura Penataran Batu Madeg Guwa Merku. Prasasti tersebut mencatat I Dewa Tambahan Tamanbali Tirta Harum serta perjalanan karya yang menjadi bagian dari sejarah dan keberadaan tempat suci tersebut.
Jejak sejarah tersebut menjadi pengingat bagi generasi penerus mengenai pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan warisan leluhur. Pelaksanaan pujawali merupakan salah satu wujud nyata dalam menjaga kesinambungan tradisi sekaligus meneruskan nilai-nilai spiritual yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Warisan tersebut bukan semata-mata berupa keberadaan tempat suci, tetapi juga mencakup nilai bhakti, ngayah, kebersamaan, rasa hormat kepada leluhur, serta tanggung jawab untuk menjaga keharmonisan kehidupan.
Mempererat Tali Pasemetonan
Selain memiliki makna religius, pelaksanaan pujawali juga menjadi momentum untuk mempererat tali pasemetonan. Kehadiran dan keterlibatan seluruh semeton dalam rangkaian upacara mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan serta rasa tanggung jawab bersama terhadap keberlangsungan tradisi dan warisan leluhur.
Semangat menyama braya, saling asah, saling asih, dan saling asuh menjadi nilai yang senantiasa diharapkan tumbuh dalam kehidupan pasemetonan. Kebersamaan dalam ngayah juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antargenerasi, sehingga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap terpelihara dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Pujawali juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah, tradisi, serta nilai spiritual yang melekat pada Pura Penataran Batu Madeg Guwa Merku. Dengan demikian, keberadaan tempat suci beserta tradisinya dapat terus dijaga dan diwariskan secara berkesinambungan.
Bhakti dan Kebersamaan untuk Kerahayuan
Dengan penuh rasa syukur, seluruh rangkaian Pujawali di Pura Penataran Batu Madeg Guwa Merku I Dewa Tambahan Tamanbali Tirta Harum dapat terlaksana dengan baik dan khidmat.
Momentum pujawali diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara semata, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pasemetonan untuk senantiasa menjaga kesucian tempat suci, kelestarian adat dan budaya, serta keharmonisan hubungan antarsesama.
Melalui semangat ngayah dan bhakti, seluruh pasemetonan bersama-sama menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan memiliki makna bagi generasi mendatang.
Semoga Leluhur lan Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan wara nugraha, kerahayuan, keselamatan, kedamaian, dan kesejahteraan kepada seluruh pasemetonan, serta senantiasa memberikan tuntunan dalam setiap langkah kehidupan.
Pujawali ini menjadi momentum untuk kembali meneguhkan makna bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, penghormatan kepada leluhur, dan kebersamaan dalam pasemetonan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Hindu.
Om Santih, Santih, Santih Om.


.jpeg)

0 comments:
Post a Comment